Pendidikan Geografi Magister (S2)

Analisis Distribusi Mangrove Menggunakan Indeks Vegetasi Mangrove (MVI) di Kabupaten Pasuruan Pada Tahun 2018 dan 2025

Mangrove adalah ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial yang penting, namun keberadaannya rentan terhadap degradasi akibat konversi lahan dan aktivitas manusia. Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, merupakan salah satu wilayah dengan ekosistem mangrove yang terus mengalami dinamika perubahan, sehingga diperlukan studi spasial untuk mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Studi ini menganalisis distribusi dan perubahan luas hutan mangrove di Kabupaten Pasuruan menggunakan pendekatan Indeks Vegetasi Mangrove (MVI) berdasarkan citra Sentinel-2 pada tahun 2018 dan 2025. Analisis dilakukan menggunakan platform Google Earth Engine dan ArcMap 10.8, dengan tahap pra-pemrosesan yang meliputi pemrosesan citra, pembuatan komposisi band, penerapan algoritma MVI, dan uji akurasi menggunakan matriks fusi. Hasil menunjukkan bahwa luas mangrove meningkat sebesar 122,21 ha atau sekitar 13,72%, dari 890,81 ha pada tahun 2018 menjadi 1.013,02 ha pada tahun 2025. Peningkatan paling signifikan terjadi di Kabupaten Bangil dan Kraton, sementara kabupaten lain mengalami pertumbuhan relatif kecil. Uji akurasi pemetaan menunjukkan bahwa nilai Koefisien Kappa meningkat dari 0,72 (kategori baik) pada tahun 2018 menjadi 0,79 (kategori sangat baik) pada tahun 2025, mengonfirmasi keandalan MVI dalam mendeteksi mangrove secara akurat. Kesimpulannya, pertumbuhan mangrove di Kabupaten Pasuruan dipengaruhi oleh faktor lingkungan di muara sungai dan program rehabilitasi mangrove pemerintah. Oleh karena itu, pemantauan berbasis penginderaan jauh harus terus dikembangkan untuk mendukung konservasi dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem pesisir.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top